Washington D.C. – Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan segera memblokade Selat Hormuz dan menghentikan setiap kapal di perairan internasional yang membayar “pajak ilegal” kepada Iran. Langkah dramatis ini menyusul kegagalan perundingan perdamaian langsung antara AS dan Iran di Islamabad, akhir pekan lalu.
Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan “memulai proses MEMBLOKADE kapal mana pun yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz” — jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan energi global. Ia juga memerintahkan pencarian kapal yang membayar tol ke Iran, dengan ancaman tegas: “Setiap Iran yang menembaki kita akan DILEDAKKAN!”
Wakil Presiden JD Vance menuduh Iran tidak mau menyerahkan ambisi nuklirnya, sementara Iran membalas dengan menyebut AS tidak bisa dipercaya. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengklaim timnya telah menawarkan “inisiatif visioner”, namun perbedaan utama tetap pada kendali Selat Hormuz dan program nuklir.
Meski gencatan senjata dua pekan sempat tercapai pada 8 April lalu, perang yang dimulai sejak 28 Februari (saat AS dan Israel menyerang Iran) masih berlangsung. Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon, yang menurut Iran harus termasuk dalam gencatan senjata.
Yang terjadi di lapangan: Tiga supertanker minyak sempat melewati selat pada Sabtu, namun ratusan kapal lain masih terjebak. Trump bersikeras menginginkan jalur pelayaran bebas dan penghentian total program nuklir Iran. Teheran membantah ingin membuat bom atom.