Akar Ilmuwan di BGN. Nanik S. Deyang, Lulusan UGM yang Tebas Birokrasi


Di tengah hiruk-pikuk politik ibukota, nama Nanik S. Deyang mencuat. Bukan karena gemerlap kekuasaan, melainkan gebrakan tegasnya di Badan Gizi Nasional (BGN). Tapi siapa sangka, di balik ketegasannya, ada akar keilmuan kuat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Biologi Unsoed .

Ya, perempuan kelahiran Madiun 1968 ini bukan sekadar birokrat. Ia adalah ilmuwan. Setelah meraih gelar Sarjana Biologi dari Unsoed angkatan 1983, Nanik mendalaminya dengan gelar Magister Ilmu Kehutanan dari UGM .

Di sinilah titik bedanya. "Saya sedih melihat rakyat hanya jadi pekerja di lahan negara," ujarnya blak-blakan beberapa waktu lalu . Pengetahuannya tentang ekologi membuatnya tak sekadar bicara angka stunting. Ia paham betul rantai pangan, dari hutan hingga piring makan.

Belakangan, ia dikenal sebagai algojo dapur MBG bermasalah. Ratusan SPPG ditutup, standar higienitas diperketat . Ilmu biologi dan kehutanan yang ia kantongi menjadi tameng. Baginya, urusan gizi adalah urusan ekosistem. Saat yang lain sibuk dengan anggaran, Nanik turun ke lapangan, memastikan koki bersertifikat dan makanan layak.